Kontingen UM Kantongi Emas Terbanyak Pencak Silat
Bapomi.unesa.ac.id. SURABAYA—Puluhan
kontingen kampus bertemu dalam perebutan medali pada 17 nomor lomba cabor
pencak silat pada Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) III Jawa Timur
tahun 2025 yang berlangsung di Universitas Surabaya (Ubaya) Sports Center pada 31
Mei sampai 2 Juni 2025.
Sejak hari pertama, babak penyisihan dan eliminasi
berlangsung sengit. Para pesilat tampil penuh determinasi di atas gelanggang,
disaksikan para pelatih dan pendukung yang tak kalah antusias.
Suasana menjadi semakin intens
ketika laga final digelar di hari terakhir. Para atlet yang lolos hingga babak
puncak mempertaruhkan semua kemampuan terbaik mereka demi meraih prestasi
tertinggi di tingkat provinsi.
Kontingen Universitas Negeri Malang
(UM) tampil perkasa pada cabor ini. Mereka menunjukkan kedigdayaannya dengan
memborong medali emas terbanyak yaitu 4 emas, 3 perak, dan 2 perunggu.
Dominasi UM diakui kontingen kampus lain yang membuat pertandingan semakin kompetitif dan tetap sportif.

Kata Mereka, Sang Juara
Salah satu peraih medali emas kontingen Universitas Jember
(Unej), Ananda Bintang Ferdiansyah mengaku kemenangan itu merupakan buah dari
proses panjang dan latihan disiplin.
“Saya sangat bersyukur bisa meraih
medali emas ini. Persiapan yang matang sejak beberapa bulan terakhir, termasuk
latihan fisik dan teknik, sangat membantu saya menghadapi lawan-lawan tangguh.
Setiap babak saya jalani dengan fokus penuh dan belajar dari pengalaman
sebelumnya,” ujarnya.
Sementara itu, dari kategori putri,
Dea Ayu Nur Azhari dari IAIN Ponorogo berhasil menyabet emas di kelas A. Ia
menyampaikan kesan mendalam atas perjuangannya di arena pertandingan.
“Pertandingan ini sangat berarti
bagi saya. Saya merasakan tekanan sekaligus dukungan yang luar biasa dari
pelatih dan teman-teman. Setiap laga menjadi pelajaran berharga untuk
meningkatkan kemampuan dan mental bertanding. Kemenangan ini saya dedikasikan
untuk keluarga dan almamater,” katanya.
Pesilat tuan rumah, Ikbal Nasrullah
dari Universitas Surabaya, juga tak mau ketinggalan. Ia mengamankan emas di
kelas G putra dan menilai dukungan dari lingkungan kampus menjadi kekuatan
tersendiri.
“Bertanding di kandang sendiri memberikan motivasi besar
sekaligus tekanan. Saya berusaha mengendalikan emosi dan fokus pada teknik yang
telah dilatih. Terima kasih kepada pelatih dan tim yang selalu mendukung saya
selama kompetisi,” ujarnya. ][
***
Reporter: Jessy Nora Sandy (Tim
Humas Bapomi Jatim)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Bapomi Jatim
Share It On: